UPDATE INFO:

Video Testimoni

Archive for the ‘Bisnis Berkah’ Category

Ideologi Dalam Berbisnis

October 17th, 2011 by hafidz341

bisnis syari Ideologi Dalam BerbisnisIdeologi adalah aqidah aqliyah yang melahirkan sistem (peraturan/undang-undang) kehidupan. Aqidah aqliyah adalah pemikiran (keyakinan) yang menyeluruh tentang manusia, alam semesta dan kehidupan, terkait dengan jawaban pertanyaan tentang dari mana (sebelum dunia), mau kemana (setelah dunia) dan untuk apa (di dunia). Sebuah ideologi pasti memancarkan peraturan-peraturan atau undang-undang yang dibutuhkan oleh manusia dalam rangka menyelesaikan problematika kehidupannya di dunia. Ideologi Kapitalis Sekuler, yang sekarang sedang menguasai kehidupan manusia di dunia ini, telah melahirkan sistem ekonomi kapitalis dan sistem politik demokrasi. Sedangkan Islam sebagai sebuah ideologi sesungguhnya juga telah melahirkan sistem kehidupan manusia, bahkan lebih lengkap dan sempurna, sayangnya saat ini Syariah (peraturan dan undang-undang) Islam tidak diemban oleh satupun Negara di dunia, sehingga sebagian besar kaum muslimin tidak dapat memahami bentuk kehidupan Islam yang sesungguhnya sebagaimana yang pernah terjadi dalam sejarah lebih dari 1300 tahun.

(more…)

Kiat Bisnis Untung: Brand Awareness (1)

October 6th, 2011 by hafidz341

marketing strategy Kiat Bisnis Untung: Brand Awareness (1)Series Articles, Learning from Marketing Strategy of Muhammad saw.

Dari hasil riset global The Nielsen Company tahun 2007, ditemukan bahwasanya rekomendasi dari konsumen lain merupakan jenis iklan atau promosi yang paling terpercaya sehingga seseorang bersedia membeli produk tertentu.

Itulah mengapa berbagai merek top saat ini, banyak menggunakan ‘testimony’ dari konsumen lain dalam komunikasi pemasaran mereka. Atau melakukan pemasaran berdasarkan komunitas(marketing based on community) untuk mengembangkan promosi dari mulut ke mulut (Word of Mouth).  Sebagai contoh, Unilever mengembangkan agen seribu Sunlight untuk meningkatkan penjualannya.

(more…)

Hukum Islam atas MLM

September 28th, 2011 by hafidz341

bisnis mlm Hukum Islam atas MLMPada dasarnya, hukum MLM ditentukan oleh bentuk muamalatnya. Jika muamalat yang terkandung di dalamnya adalah muamalat yang tidak bertentangan dengan syariat Islam, maka absahlah MLM tersebut. Namun, jika muamalatnya bertentangan dengan syariat Islam, maka haramlah MLM tersebut.

(more…)

Jual Beli Harus Syar’ie

September 16th, 2011 by hafidz341

bisnis syari Jual Beli Harus SyarieHidupBerkah.Com - Secara syar’i jual beli adalah pertukaran harta dengan harta, atau permindahan kepemilikan dengan konpensasi tertentu menurut konteks yang disyaratkan. Jual beli disyariatkan oleh Allah SWT untuk hamba-hamba-Nya sebagai kelapangan dan kemudahan. Itu dinyatakan di dalam Al Qur’an dan Sunnah Nabi-Nya. Allah SWT berfirman, yang artinya :

“Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” (QS al-Baqarah [2] : 275)

(more…)

Bisnis Syar’i, Bisnis Yang Tangguh

September 12th, 2011 by hafidz341

bisnis syari Bisnis Syari, Bisnis Yang TangguhApakah anda memiliki sebuah bisnis? Apakah anda sering memulai sebuah bisnis kemudian tidak lama anda menutupnya? Ataukah anda sering beralih-alih dalam bisnis? Jika pertanyaan-pertanyaan ini bagi anda “Gue Banget” maka anda perlu menelaah kembali bisnis apa sebenarnya yang sedang anda jalankan. Terkadang seseorang karena melihat bisnis temannya yang sukses maka dengan serta merta dia termotivasi untuk membuat bisnisyang serupa. Dengan bekal motivasi inilah kemudian dia mulai mengumpulkan modal dan merancang beberapa strategi marketing mulai dari membentuk jaringan sampai beriklan atau bahkan potong kompas “membajak” jaringan bisnis yang sudah ada.

(more…)

Bisnis yang siap Lepas Landas !

September 1st, 2011 by hafidz341

chart up Bisnis yang siap Lepas Landas !

Anda pernah mengenal istilah BISNIS LING-LUNG? Hmm, atau pernah dengar BISNIS ALA MAFIA? Atau yang lebih seru lagi, yaitu BISNIS ROBIN HOOD? Supaya tidak penasaran, mari kita ulas satu persatu. Yang pertama adalah BISNIS LING-LUNG. Sebuah istilah yang digunakan untuk orang-orang yang menganggap bahwa “bisnis ya mbok bisnis aja, jangan pake urusan agama deh” … Lho kenapa tidak bisa sinergi?

Untuk segelintir orang penganut BISNIS LING-LUNG, sulit rasanya bisnis dengan agama dapat disatukan. “Bisnis adalah bisnis, kalau mau mengedepankan agama, jadi pendeta atau biarawan saja!”. Itulah makna dari BISNIS LING-LUNG yang mereka kategorikan kalau bisnis adalah salah satu aliran kiri, agama itu adalah aliran kanan.

 

Kedua, BISNIS ALA MAFIA. Namanya saja sudah mafia, mereka berbisnis dengan cara-cara duniawi, tidak segan-segan ber-KKN (Kolusi, Korupsi, Nepotisme) dan melakukan berbagai tindakan yang tidak etis lainnya. Mereka tidak malu lagi berbuat hal seperti itu, karena hampir sebagian besar pebisnis pernah melakukannya. Dan kalau tidak begitu, mereka dianggap bukan pebisnis sejati. Jadi segala cara dilakukan yang penting bisnisnya “laris manis tanjung kimpul, alias dagangan manis duitnya kumpul”.

Ketiga, BISNIS ROBIN HOOD. Bisnis dimana cara apapun boleh dilakukan, mulai dari menyuap, boleh menerima hasil korupsi, dan lain sebagainya tapi uangnya bermaksud disumbangkan lagi untuk kegiatan CSR-nya (Corporate Social Responsibility atau kegiatan-kegiatan kemanusian), dan atau setiap acara keagamaan, dengan maksud mencari simpati orang-orang banyak.

Waduh Bisnis opo mene? Meskipun banyak sekali variasi redaksi bahasa dan praktek-prakteknya, tentu para praktisi bisnis yang sudah berpengalaman minimal sudah pernah menyaksikan dengan mata kepala sendiri bukan? Tentunya saat ini kita sepakat membangun sebuah pondasi yang kuat dan setidaknya bagi para businessman pemula bisa menghindari berbagai hal di atas dengan konsep yang Syar’i, sebagai berikut :

1. Menanamkan bahwasanya Allah SWT akan melihat hal apa saja yang kita lakukan

Tersirat jelas dalam salah satu ayat Al-Quran :

Dan katakanlah “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS. Attaubah 9 : 105)

2. Niat Ikhlas Bekerja/Berbisnis Karena Allah SWT

Hal ini berarti ketika bekerja/berbisnis kita harus selalu bersemangat karena Allah, sekali lagi niatan utamanya adalah karena Allah SWT, tidak ada yang lain. Karena hal ini sebagai kewajiban dari Allah yang harus dilakukan oleh setiap hamba.

‘Sesungguhnya diantara dosa-dosa itu, terdapat satu dosa yang tidak dapat dihapuskan dengan shalat, puasa, haji dan umrah.’ Sahabat bertanya, ‘Apa yang dapat menghapuskannya wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Semangat dalam mencari rizki.’ (HR. Thabrani)

Bersemangatlah dan mulai aktivitas pekerjaan kita dengan dzikir kepada Allah.

3. Bersikap jujur dan amanah

Praktek jujur dan amanah dalam bekerja diantaranya adalah dengan tidak mengambil sesuatu yang bukan menjadi haknya, tidak curang, objektif dalam memandang permasalahan, dll. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda:

Seorang pebisnis yang jujur lagi dapat dipercaya, (kelak akan dikumpulkan) bersama para nabi, shiddiqin dan syuhada’. (HR. Turmudzi)

4. Itqan, sungguh-sungguh dan profesional

Semulia apapun Visi dan Misi usaha kita, tidak akan selesai apabila tidak dikerjakan secara tuntas dan sungguh-sungguh, bekerja setengah-setengah dan sampai dengan tuntas menjadi ciri dan atau pembeda antara ummat yang taat dan tidak.

Sesungguhnya Allah mencintai seorang hamba yang apabila ia bekerja, ia menyempurnakan pekerjaannya. (HR. Tabrani)

Motivasi bekerja juga semakin membuat kita berbisnis dengan penuh harapan kepada Allah, seperti yang dijanjikan Allah SWT pada hadits berikut :

Barang siapa yang sore hari duduk kelelahan lantaran pekerjaan yang telah dilakukannya, maka ia dapatkan sore hari tersebut dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT. (HR. Thabrani)

5. Selalu menjaga etika sebagai seorang muslim

Pepatah mengatakan, teko akan mengeluarkan jenis air sesuai isinya. Tata krama yang keluar dari mulut kita adalah cerminan dari siapa diri kita, begitu juga dengan bisnis. Konsep muamalah yang ditawarkan Rasulullah adalah Bisnis syar’i sesuai ajaran Islam yang penuh keberkahan, dalam bekerja pun juga harus memperhatikan adab dan etika sebagai seroang muslim, seperti etika dalam berbicara, menegur, berpakaian, bergaul, berhadapan dengan para pelanggan, rapat, dan sebagainya. Bahkan akhlak atau etika ini merupakan ciri kesempurnaan iman seorang mu’min. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda :

Sesempurna-sempurnanya keimanan seorang mu’min adalah yang paling baik akhlaknya (HR. Turmudzi)

6. Tidak melanggar prinsip-prinsip syariah

Aspek lain dalam etika bekerja dalam Islam adalah tidak boleh melanggar prinsip-prinsip syariah dalam pekerjaan yang dilakukannya. Semisal dari sisi dzat atau substansi dari pekerjaannya, seperti memporduksi tidak boleh barang yang haram, menyebarluaskan kefasadan (seperti pornografi), mengandung unsur riba, maysir, gharar dsb. ataupun dari sisi penunjang yang tidak terkait langsung dengan pekerjaan, seperti membuat fitnah dalam persaingan, tidak menutup aurat, dsb.

Hai orang-orang yang beriman, ta’atlah kepada Allah dan ta’atlah kepada rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu. (QS. Muhammad, 47 : 33)

7. Menghindari syubhat

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda, “Halal itu jelas dan haram itu jelas, dan diantara keduanya ada perkara-perkara yang syubhat. Maka barang siapa yang terjerumus dalam perkara yang syubhat, maka ia terjerumus pada yang diharamkan…” (HR. Muslim)

Adanya syubhat dalam bisnis atau sesuatu yang meragukan dan samar antara kehalalan dengan keharamannya. Seperti seperti bekerja sama dengan pihak-pihak yang secara umum diketahui kedzliman atau pelanggarannya terhadap syariah, dsb.

8. Menjaga silaturahmi (Ukhuwah Islamiyah)

Menjaga perasaaan orang lain, tidak saling curiga, su’udzon, dsb adalah sesuatu hal yang tidak dibenarkan dalam Islam, karena hal ini dapat merusak silaturahmi, terlebih mengenai bisnis yang sensitif berkaitan dengan uang dan kepercayaan

Prinsip di atas adalah beberapa konsep yang harus segera dipraktekan untuk menjadikan bisnis yang sehat dan apapun bisnisnya (asal syar’i) pasti siap lepas landas meski tidak harus bermodal segudang pengalaman berbisnis. Modalnya cukup punya Visi dan Misi diatas ditambah selalu ikhtiar dan istiqomah, Insya Allah pasti mendapat cintanya Allah dan hanya tinggal menunggu waktu untuk mencapai kesuksesan yang dijanjikan Allah SWT. Dalam sebuah riwayat dikemukakan bahwa, “Pada suatu saat, Saad bin Muadz Al-Anshari berkisah bahwa ketika Nabi Muhammad SAW baru kembali dari Perang Tabuk, beliau melihat tangan Sa’ad yang melepuh, kulitnya gosong kehitam-hitaman karena diterpa sengatan matahari. Rasulullah bertanya, ‘Kenapa tanganmu?’ Saad menjawab, ‘Karena aku mengolah tanah dengan cangkul ini untuk mencari nafkah keluarga yang menjadi tanggunganku.” Kemudian Rasulullah SAW mengambil tangan Saad dan menciumnya seraya berkata, ‘Inilah tangan yang tidak akan pernah disentuh oleh api neraka’” (HR. Tabrani)

So, kenapa harus pakai bisnis cara konvensional kalau ada konsep bisnis menjanjikan yang bergaransi langsung dari Allah?

sumber: http://pengusaharindusyariah.com/wirausaha/232-bisnis-yang-siap-lepas-landas-.html

Bisnis Berkah

August 3rd, 2011 by hafidz341

salaman Bisnis Berkah

Bisnis Berkah! Siapa sih yang ga’ mau punya bisnis seperti ini. Berkah di dunia secara materi, dapat mempekerjakan orang banyak, memiliki basis manfaat dari bisnis yang syar’i ataupun juga di akherat, dimana bisnis juga sebagai media dakwah dalam penerapan bisnis Rasulullah, dimana penerapan bisnis syar’I merupakan suatu kewajiban. Keberkahan dalam bisnis adalah tercapainya visi dan misi dunia akhirat sehingga bisnis benar-benar membawa kebahagiaan lahir dan batin. Bisnis karena hanya Allah Swt, mencari Rezeki pun karena Allah. Karena dengan rahmat-Nya senantiasa memberikan keberkahan lewat perantara malaikat-malaikat-Nya. Singkat cerita, seorang Muslim tidak perlu repot-repot mencari keberkahan. Tidak perlu memikirkan lagi kesulitan dalam bisnis, toh semuanya kan sudah diatur oleh Allah bukan? yang paling penting kita cukup berikhtiar dan berdoa saja. Seorang pebisnis Muslim dapat mengundang keberkahan dalam berbisnis dengan perilaku yang sesuai dengan syar’i. Nah, sahabat hidup berkah. Mari kita praktekkan model bisnis yang bisa mengundang keberkahan yaitu sebagai berikut ;

Bisnis itu mebangun VISI

Keandalan dalam bisnis yang harus dijalankan dengan ilmu atau merekrut orang-orang yang memiliki kapabilitas atau professional, memiliki kredibilitas dan integritas, serta memiliki visi dan misi Islami yang sama, bekerja juga harus berlandaskan ingin mencarinya Ridla Allah. Itulah Ghirah Islam yang sesungguhnya.

Bisnis itu bersilaturahmi, bisnis itu bersinergi

Kesuksesan dalam bisnis yang harus disyukuri dengan cara menguatkan silahturahmi, selain menambah saudara juga kita sepantasnya melayani pelanggan sebaik mungkin, menetapkan harga yang wajar, menjual hanya barang-barang terbaik, dan meringankan orang-orang fakir.

Proritaskan Keuntungan bisnis untuk Jalan Allah

Maksudnya laba haruslah diorientasikan pada kewajiban membayar zakat dan menyisihkannya untuk infak, sedekah, maupun wakaf. Konsep berbagi semacam ini bukan hanya melahirkan konsep corporate social responsibility yang seringkali diusung-usung oleh pemerintah, bahkan ini merupakan suatu ancaman, karena apabila perusahaan berlabel PT tidak menerpakan CSR, maka akan dikenakan sanksi. Lain hal nya dengan karakter seorang pebisnis Muslim, hal ini selain dapat membahagiakan orang lain, juga harta kita akan terus dijaga oleh Allah. Kita akan merasa aman karena bisnis kita akan dijaga oleh Allah. Kita pun terlepas dari ancaman CSR bukan?

Belajar Adil lewat Bisnis

Siapa bilang, bisnis itu hanya memikirkan duniawi saja? justru kita dapat berlatih sebagai seorang yang ingin memiliki tabungan akherat yang banyak. Caranya? kita dapat mewujudkan keadilan dalam bisnis. Hal itu patut dipraktikkan baik kepada konsumen sebagai stakeholder eksternal maupun kepada pihak internal (karyawan).

Go Extra Miles

Ketakwaan terhadap Allah harus kita jalankan dengan menunjukkan kinerja yang lebih baik setiap harinya, karena merugilah orang-orang yang bekerja tanpa standard, celakalah juga bagi orang-orang yang menunjukkan grafik kinerja yang terus menurun dari hari-hari yang lalu. Muslim yang ingin memiliki bisnis yang berkah terlihat pada aktivitas ibadah yang beridiplin dan istiqamah yang dijalankan secara berjamaah, oleh para pemimpin bisnis berikut stafnya.

Positif … Positif … Positif

Terakhir jadilah orang-orang yang selalu postif. Positif dalam mencari peluang, postif juga dalam bertindak. Jangan mengeluh dengan apa yang diberikan Allah, syukurilah. Termasuk dalam tantangan dari sahabat kita yang memiliki bisnis serupa, atau dapat disebut dalam bahasa konvensional itu sebagai kompetitor. Mereka ada untuk menajamkan bisnis kita, kalau kita merasa tertantang, maka bisnis kita akan stagnan, jalan di tempat. Mereka (kompetitor) adalah sahabat yang selalu mengingatkan kita untuk mendongkrak ide-ide kreatif. Banyak sekali peluang lain yang seharusnya kita manfaatkan bukan? karena apa yang Allah ciptakan, apa yang Allah berikan akan selalu bermanfaat untuk ciptaan-Nya.

Oleh : Risky Irawan

email : riskyirawan.wi@gmail.com

Memilih SDM Tepat dan Handal

April 14th, 2011 by hafidz341

Memilih sdm tepat dan handal Memilih SDM Tepat dan Handal

Setelah Futhu Makkah atau yang biasa dikenal dengan pembebasan Kota Makkah, Rasulullah SAW memerintahkan Bilal untuk mengumandangkan adzan.

Maka Bilal-lah yang mengumandangkan adzan untuk pertama kali. Pada saat itulah kafir Qurays  mulai mengejek dan mencemooh suara Bilal. Diantaranya adalah Abu Mahdzurah (Al-Jamhi Salmah bin Mu’ayyar). Dia adalah orang kafir Qurays yang suaranya paling bagus diantara mereka. (more…)

Awas, Marketing Gombal

April 14th, 2011 by hafidz341

awas marketing gombal Awas, Marketing Gombal

“Jauhilah oleh kalian semua sumpah-sumpah dalam berdagang, karena ia akan membuat laris dagangan, tetapi akan menghilangkan keberkahan laba.” (HR. Muslim)

Ketika semua orang bilang, produk saya nomor satu, produk saya yang terbaik, produk saya yang lebih unggul. Jangan membeli produk ini atau itu …

Apakah anda percaya? (more…)

Jebakan Mindset Dalam Bisnis

April 14th, 2011 by hafidz341

jebakan mindset dalam bisnis Jebakan Mindset Dalam Bisnis

Sesungguhnya perkara yang halal itu sudah jelas dan perkara yang haram juga sudah jelas. Diantara keduanya adalah hal-hal yang meragukan (syubhat), yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Barangsiapa bisa menjaga dirinya dari hal-hal yang syubhat itu, berarti dia telah memelihara agama dan kehormatannya. Sementara barangsiapa yang terjatuh ke dalam hal-hal yang syubhat, berarti dia telah terjatuh ke dalam hal-hal yang haram sebagaimana seorang pengembala yang menggembala di sekitar daerah terlarang, dimana dikhawatirkan hewan gembalaannya merumput ke daerah terlarang itu. Katahuilah bahwa setiap penguasa memiliki wilayah terlarang, dan wilayah terlarang Allah adalah hal-hal yang telah Dia haramkan. (Muttafaqun ‘alaih) (more…)