UPDATE INFO:

Video Testimoni

News Flash

Testimoni Akhmad Adiasta

‎”Alhamdulillaah, setelah menemukan momen yang tepat, akhirnya saya dapat berbagi indahnya UTHB dan impian-impian saya bersama anggota keluarga, ayah, ibu dan adik2. Insya Allooh mulai pagi ini, kami sekeluarga telah melihat kehidupan dengan cara yang lebih positif dan berkomitmen melakukan hal-hal mulia. Thanks goes to Samsul Arifin dan kru Ummat Terbaik Hidup Berkah. Kami nantikan kehadirannya di Jawa Timur.” By: Akhmad Adiasta alumni UTHB #66 Semarang

Archive for the ‘Kiat Bisnis’ Category

Meraih Keunggulan Kompetitif dengan Relationship Management

January 15th, 2012 by hafidz341

crm   Meraih Keunggulan Kompetitif dengan Relationship Management“Pada akhirnya, satu-satunya keunggulan kompetitif yang dapat menopang perusahaan adalah hubungannya dengan pelanggan, partner bisnis dan karyawan….Sebuah komitmen untuk mengembangkan hubungan yang efektif yang memperkuat struktur organisasi tersebut dalam jangka panjang.”
[James P. Masciarelli, Are You Managing Your Relationship, dalam Secrets of Customer Relationship Management, James G. Barnes]

(more…)

4 Pilar Creative Thinking Skills

November 14th, 2011 by hafidz341

creative 4 Pilar Creative Thinking SkillsKetika dinamika bisnis melaju dengan kecepatan yang kian rancak, maka elemen kreativitas boleh jadi merupakan sekeping ketrampilan yang kudu dipeluk dengan penuh kesungguhan. Tanpa kemahiran meracik inovasi, sebuah organisasi mungkin bisa tergeletak sia-sia ditengah kepungan para pesaingnya yang terus menari-nari dengan gagasan kreatif tanpa henti.

(more…)

Mengapa Harus Memahami Suara Pasar?

November 9th, 2011 by hafidz341

costumer Mengapa Harus Memahami Suara Pasar?Ketika Rasulullah saw sedang menyusun taktik dan strategi perang Badar, ada seorang sahabat yang merasa hal tersebut kurang pas untuk kondisi medan Badar. Maka sahabat tersebut bertanya pada Rasulullah saw, apakah itu wahyu, maka Beliau saw menjawab bukan wahyu, melainkan pendapat pribadi beliau. Karena sahabat tersebut lebih paham kondisi medan Badar, ia mengusulkan taktik dan strategi yang lebih jitu dan Nabi saw menerima usulan tersebut. Sehingga atas karunia Allah SWT, kemenangan diperoleh kaum muslimin.

(more…)

Awas!!! Hati-hati “BO” Bodong

November 2nd, 2011 by hafidz341

Online Business Opportunity Awas!!! Hati hati BO BodongBeberapa waktu lalu Pak Yefri (bukan nama sebenarnya) datang kepada saya meminta dicoach karena restoran ayam bakar yang dibelinya hampir setahun yang lalu tidak juga menunjukkan tanda-tanda akan menghasilkan keuntungan. Bahkan setiap bulan ia harus “nombok” untuk menutup kerugian agar restorannya tetap buka.

(more…)

Why Most Customer Service Sucks?

October 31st, 2011 by hafidz341

costumerservice Why Most Customer Service Sucks?Sebagai konsumen atau pembeli, kita semua hampir pasti pernah mengalami pengalaman pahit berkaitan dengan pelayanan pelanggan yang memilukan. Mungkin ada di antara kita yang pernah pesawatnya delay hingga 3 jam dan setelah itu hanya diberi sebungkus nasi kotak dengan lauk ala kadarnya (plus ditambah basa-basi “karena alasan operasional, pesawat kami ditunda blah, blah…..).

(more…)

Kiat Sukses Bisnis Kuliner

October 21st, 2011 by hafidz341

masakan indonesia Kiat Sukses Bisnis KulinerSeiring iklim wirausaha yang semakin membaik, banyak usaha yang berkembang dan mendulang sukses. Semakin terbuka peluang usaha yang menjanjikan dan memberi peluang keuntungan. Diantaranya bisnis kuliner. Ketatnya persaingan usaha makanan dan minuman ini tak menyurutkan mereka yang serius dan profesional menekuninya.

(more…)

Kiat Bisnis Untung: Brand Awareness (2)

October 17th, 2011 by hafidz341

brand awareness Kiat Bisnis Untung: Brand Awareness (2)Series Articles, Learning from Marketing Strategy of Muhammad saw. 

Masih ingatkan apa yang dimaksud dengan Brand Top-of-Mind (TOM) dalam artikelsebelumnya? Yup, Brand TOM adalah merek yang paling (pertama kali) diingat oleh konsumen ketika berbicara suatu produk kategori tertentu.

(more…)

Kiat membeli Bisnis Waralaba

September 15th, 2011 by hafidz341

waralaba gerobak Kiat membeli Bisnis WaralabaBerbisnis, meskipun dengan sistem waralaba tetap harus dipertimbangkan dengan baik. Sebelum Anda memutuskan membeli bisnis waralaba, sebaiknya ikuti tips yang berikut:

  1. Datanglah ke pameran waralaba dan peluang bisnis dengan gagah berani. Jangan minder. Bertindaklah seperti seorang bos yang akan mencari mitra bisnis, karena Anda yang akan menentukan segalanya. Jika Anda memiliki lokasi usaha yang strategis dan modal, Andalah penentunya, bukan pemilik merek. Meski pemilik merek sering menggertak dengan kata-kata: ‘kita akan survey dululah, kita belum bisa menentukan sekarang, dll.

(more…)

3 Ways to Build Excellent Teamwork

September 12th, 2011 by hafidz341

teambuilding 3 Ways to Build Excellent TeamworkHampir semua kisah legendaris tentang kejayaan perusahaan atau organisasi selalu dibentangkan oleh sebuah tim kerja yang ekselen. Penemuan lampu bohlam pertama ternyata tak hanya diracik oleh sang genius Thomas Alva Edison, namun lantaran ditopang oleh puluhan anggota tim-nya yang bekerja tak kenal lelah, melakukan eksperimen hingga ribuan kali. Medium internet yang sekarang tengah Anda nikmati juga diracik oleh kolaborasi puluhan programmer yang bekerja di lembaga Darpa Defense Project. Dan kisah Facebook yang fenomenal itu diusung tak hanya oleh Mark Zuckerberg namun hasil kolaborasi sang pioner dengan tiga rekannya yang sama-sama punya peran fundamental.

(more…)

Penyakit-penyakit organisasi

August 31st, 2011 by hafidz341

rantai putus Penyakit penyakit organisasiTelah hampir 10 tahun saya berkecimpung dalam dunia business coaching, terutama ketika meng-coach para business owners & leaders baik dari perusahaan skala regional, nasional dan multinasional. Selama itu saya menemukan beberapa penyakit yang membuat perusahaan atau organisasinya tidak bergerak maju.

5 (lima) diantara penyakit-penyakit itu adalah: Pertama, not 100% Participation. Anggota team tidak berpartisipasi sepenuhnya pada program-program perusahaan. Mereka memberikan energi seadanya dalam pekerjaannya. Mereka tidak fokus, tidak bersungguh-sungguh, sehingga hasilnya tidak optimal.

Bayangkan, ada diantara Anda yang sedang sakit karena infeksi bakteri. Oleh dokter diminta minum antibiotik dengan dosis 10 miligram per kilogram berat badan. Namun Anda hanya mau minum dengan dosis 9 miligram per kilogram berat badan Anda. Apakah Anda akan sembuh? Tentu tidak, penyakit akan tetap bersarang di tubuh Anda karena resisten! Organisasi tidak akan mencapai target/goal yang telah ditentukannya, ketika ada diantara anggotanya tidak berpartisipasi 100%. Ketika Anda tidak 100%, hasilnya tidak akan pernah mencapai 100%.

Kedua, I Know that. Anggota organisasi  merasa pintar alias sok tahu. Biasanya, orang yang sudah merasa tahu, ia berhenti mencari tahu. Padahal, kenyataan di dunia ini, segala sesuatu cepat berubah. Lanskap bisnis berubah. Persepsi pasar berubah. Peta industri berubah. Semuanya tidak ada yang tetap, mereka mengalami perubahan.

Apa jadinya jika Anda merasa sudah tahu segalanya? Biasanya, orang seperti ini tidak mau belajar, tidak mau mengembangkan diri. Akibatnya, diri Anda akan tetap melakukan sesuatu dengan cara-cara lama yang bisa jadi sudah tidak relevan dengan perkembangan bisnis sekarang. Hasilnya? Tunggu saja kehancuran bisnis Anda!

Ketiga, I don’t care. Sangat berbahaya ketika ada anggota organisasi yang cuek terhadap program-program perusahaan. Apakah Anda pernah mendengar di organisasi Anda ada orang yang berkata: “Itu bukan urusanku.” Atau “Terserah..Ini bukan perusahaan nenek moyang gue.” Silakan Anda tebak, seperti apa kondisi perusahaan yang di dalamnya banyak orang yang tidak peduli pada pencapaian kinerja perusahaan, tetapi hanya peduli pada dirinya sendiri?

Keempat, It will not work. Ketika organisasi memperkenalkan program-program baru untuk perbaikan kinerja. Bisa jadi ada diantara anggota team yang pesimis. Ia bilang, “…alaah…nggak akan jalan, paling-paling cuman hangat-hangat tahi ayam…”“ada-ada saja, dulu nggak ada gini gitu juga udah jalan..”.  “program itu nggak cocok di sini, cocoknya untuk perusahaan asing…”.

Jika ada di perusahaan Anda orang semacam itu, saya berani jamin, program-program apapun yang akan dan sedang Anda kembangkan, tidak akan memberikan hasil seperti yang Anda bayangkan.

Kelima, Let just seeLet’s just see dalam bahasa jawa dello’ si’ atau titenono. Bagaimana rasanya ketika Anda bekerja bersungguh-sungguh sementara ada rekan Anda yang hanya menjadi penonton? Ciri khas penonton, ia hanya pintar berkomentar, berteriak yang kadang memaki pemain. Tapi ia tidak bisa menunjukkan bahwa ia mampu melakukan lebih baik dari pemain di lapangan.

Apakah di organisasi Anda banyak orang yang hanya sekedar jadi penonton, sementara anggota tim Anda yang lain berjuang keras untuk menghasilkan sesuatu buat perusahaan?[]