Jalan Baru Pengusaha Muslim IndonesiaJalan Baru Pengusaha Muslim Indonesia
Mengambil Peran dalam Perjuangan Syariah dan Khilafah

Pedagang yang jujur amanatnya kelak di hari kiamat bersama-sama para Nabi, Shiddiqin & Syuhada. (HR.Tirmidzi&Ibnu Majah)

Pengusaha yang baik mendapat pujian dan kedudukan yang tinggi dalam Islam, oleh karena itu tidak heran dalam sejarah panjang kaum muslimin terdahulu, sarat akan peran para pengusaha muslim yang dengan hartanya membantu perjuangan dan dakwah Islam.  Bahkan bukan sesuatu yang aneh bila seorang pengusaha sukses di kalangan muslim, ia juga seorang ulama yang faqih dalam urusan agama dan politisi ulung yang piawai dalam mengurusi umat, seperti Abdurahman bin Auf r.a atau Utsman bin Affan r.a.

Mereka selalu berbisnis dengan cara yang baik, jujur dan amanat yakni sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

Seorang pengusaha dalam kedudukan sebagai muslim memiliki kewajiban yang sama dengan umat Islam yang lain dalam terikat pada hukum syariat Islam.  Aktivitas kesehariannya sebagai seorang yang menjalankan bisnis baik kecil maupun besar, tidak menjadikan ia memiliki keistimewaan untuk melanggar hukum syariat dengan alasan darurat atau dipaksa oleh keadaan.

Dalam setiap keadaan baik sempit maupun lapang keterikatan terhadap hukum Allah SWT adalah yang utama karena inilah yang akan menentukan apakah harta yang dihasilkan merupakan harta yang halal atau haram.  Abai terhadap status halal dan haram atas harta yang diperoleh dari berbagai transaksi bisninya sama saja dengan menjerumuskan diri sendiri kedalam kebinasaan, membiarkan diri kita dibakar oleh api neraka di akherat kelak.

Rasul SAW bersabda :

“Akan datang bagi manusia suatu jaman dimana orang tidak peduli apakah harta yang diperolehnya halal atau haram”. (HR. Bukhari)

“Orang yang paling dirundung penyesalan pada hari kiamat ialah orang yang memperoleh harta dari sumber yang tidak halal lalu menyebabkannya masuk neraka”. (HR. Bukhari)

Apalagi dimasa sekarang dimana harta kekayaan merupakan tolok ukur tinggi rendahnya kedudukan seseorang di mata masyarakat, ditambah lagi semakin permisifnya masyarakat terhadap cara-cara memperoleh harta yang tidak halal.

Seorang pengusaha muslim yang ingin di masukan sebagai pengusaha yang jujur amanah harus senantiasa menjaga dirinya agar tidak terjerumus dalam perkara-perkara yang haram.  Inilah ujian bagi para pengusaha yang dalam kesehariaannya berurusan dengan transaksi dan harta, jika ia selamat maka ia akan menjadi pengusaha yang sukses, Insya Allah.

Bagi tiap sesuatu terdapat ujian dan cobaan, dan ujian serta cobaan terhadap umatku ialah harta-benda. (HR. Tirmidzi)

Namun jika ia berlaku tidak jujur pada Allah dan RasulNya dengan mengabaikan ketentuan syariat Islam, bisa jadi ia akan sukses dalam harta kekayaan namun hartanya adalah harta yang haram karena diperoleh dengan cara yang haram dan kelak menyebabkannya masuk neraka, sebagaimana hadist di atas.

Lantas peran apa yang harus dilakukan oleh pengusaha muslim agar selalu terjaga dari transaksi yang haram dan bisa sukses dalam bisnisnya, lakukan langkah-langkah berikut :

  • Memiliki motivasi yang kuat untuk menjadi orang sukses dengan cara sesuai syariat.   Motivasi bisa dibangun dengan mimpi-mimpi namun jangan lupa tambahkan dalam setiap mimpi tadi gambaran tindakan yang apa saja harus diambil untuk meraih mimpi tersebut, kemudian tuangkan dalam bentuk perencanaan, tertulis lebih baik. Bila masih ada kekaburan dalam hukum syariat pada rencana langkah Anda meraih mimpi tersebut, maka
  • Pelajari atau tanyakan pada seseorang yang berilmu, syariat Islam tentang tindakan tersebut.  Misalkan dalam rencana bisnis tertulis menjalin kerja sama dengan pihak pemodal, maka pelajari syariat Islam tentang syirkah atau untuk pengadaan alat produksi dibutuhkan pendanaan dengan leasing maka pelajari dulu hukum leasing menurut Islam.
  • Berkumpul dengan pengusaha muslim lainnya yang memiliki keingingan yang sama, sukses dengan cara yang sesuai syariat Islam. Hal ini akan membuat kita tetap istiqamah karena berada dalam lingkungan yang menunjang.
  • Menyadari bahwa sistem ekonomi sekarang adalah sistem yang tidak sesuai dengan Islam oleh karena itu untuk bisa sukses sesuai dengan syariat dibutuhkan upaya dan perjuangan lebih.  Berbeda bila sistemnya adalah sistem ekonomi Islam maka kita akan terjaga dari kemungkinan pelanggaran syariat.
  • Ikut berjuang menegakan sistem Islam, yakni sistem Khilafah.   Karena hanya sistem khilafahlah yang akan mensejahterakan tidak hanya individu pengusaha namun juga seluruh anggota masyarakat.

Link Terkait: